Ups. Sudah lama tidak mengisi blog. Sempat hilang password saya, karena pernah membuat dua judul blog dengan email yang sama. Jadilah sempat bingung keluar masuk blogspot tapi tidak berhasil bisa memposting cerita.
Nah ya... yang penting sekarang sudah bisa lagi. Kehidupan saya berjalan tidak jauh berbeda dengan 3 bulan sebelumnya. Tapi satu hal yang menyenangkan adalah Aksan, si bayi kecil saya, sudah 9 bulan umurnya. Sudah bisa merangkak, rambatan (berdiri dengan memegang kursi/meja/tumpuan lainnya) dan sudah bawel. Kata mamamama udah lewat. Sekarang babababa, lalu bermain bunyi-bunyian seperti brrrrr, ckckck (mainin lidahnya) dan aaaaaa... (teriak kencang-kencang). Tingginya sudah 72cm. Beratnya 8,7 kilogram. Dia juga sudah sangat posesif dengan ibunya (hehehe...) dan mulai memilih mau atau tidak digendong sama orang lain.
Selain Aksan, saya masih sibuk dengan Lemari Lila dan Talullah Belle. Label baju rancangan saya yang pelan tapi pasti. Bulan April ini beberapa koleksi baju saya masuk di majalah Campus Magz. Majalah remaja Yogyakarta. Juga dimuat lagi cerita tentang Lemari Lila di harian Tribun Jogja. Makasih ya Monik dan Yuni, juga Gaya dari Tribun.
Selebihnya, rambut saya rontok, makan saya agak lebih banyak, kuku kaki saya sering patah, tontonan saya selain infotainment sekarang adalah fashion TV, Fox movies dan Babyfirst TV di kabel TV.
18 April 2012
05 February 2012
Tembok dan Dinding
Rumah kontrakan saya di Jogja. Rumah lama. Di depan rumah ini ada beberapa tembok dan dinding rumah depan. Sekilas terlihat biasa saja. Bahkan cenderung berantakan dengan beberapa tumpukan tanah dan batu-batu. Setumpuk bahan bangunan yang dipakai oleh anak pemilik kontrakan saya.
Saat duduk di teras rumah dan mengamatinya, tembok dan dinding ini seperti mengajak saya untuk "berbuat sesuatu" dengan dirinya. Dengan sedikit bayangan di kepala, barang-barang yang ada di rumah. Kamera saku dan kamera video yang dijadikan kamera foto. Cahaya. Komposisi. Sudut pengembilan. Model. Sebuah manekin badan. Dan tentu saja, suami tersayang yang jadi juru foto. Teman yang juga jadi juru foto. Maka jadilah mereka latar belakang untuk foto label baju saya. Lemari Lila dan Talullah Belle.
(Lila)
03 February 2012
Aksan Setengah Tahun
Apa saja yang dikerjakan Aksan memasuki usia setengah tahun? :)
berputar, jatuh, tengkurap,tidur, menekuk, menahan, menungging, duduk.
makan
minum
memegang
meraba
mengamati
bersuara
blablablabla mamamammama
Selamat duduk ya sayang... jangan nangis ya. Anak ibu cepat pintar... :)
Peluk sayang dari Ibu
29 December 2011
Selamat Ulang Tahun Mama
Dua hari menjelang tahun baru, selalu ada hari istimewa yang selalu saya rayakan di keluarga. Hari itu adalah ulangtahun ibu saya, yang saya panggil Mama. Mama, Henny Rosita Lubis. Lahir di Banda Aceh 29 Desember 1937. Berdarah Tapanuli Selatan, tetapi lama tinggal di Banda Aceh dan Bandung. Mengikuti kakek saya, Mohammad Majoeddin yang berprofesi sebagai dokter spesialis bedah.
Ibu saya sulung dari 3 bersaudara. Dua orang adiknya laki-laki. Menurut cerita ibu saya, saat beliau lahir, nenek saya selalu mendapatkan komentar kalau bayinya beda mukanya dengan nenek saya. Nenek saya, Ibu Djauhara Lubis memang bertampang sedikit mirip bule, sedangkan saat bayi, ibu saya berambut keriting, berkulit sawo matang, berhidung tidak terlalu mancung. Mungkin lebih mirip kakek saya ya...hahahhaa...
My Aksan is turning 5 months
Wah... sudah terlewat 19 hari dari ulang bulan Aksan yang kelima. Satu setengah bulan kemarin, sejak 28 Oktober sampai dengan 13 Desember 2011, saya pulang kampung ke Jakarta. Kangen-kangenan dengan keluarga. Kebetulan Abu ada kerjaan di Jakarta. Dan tentu saja, Aksan mau "jumpa fans". Hehehhe...
Untung sekali, anak saya ini tidak rewel. Naik pesawat dia tenang (malahan tidur), di Jakarta juga bisa adaptasi di beberapa rumah, dan Alhamdulillah sampai kembali lagi ke Jogja, tidak pernah sakit sedikitpun. Di Jakarta Aksan pindah-pindah menginap di rumah ibu saya, rumah mertua, rumah kakak saya dan rumah kakak ipar saya. Mau ber AC atau tidak, dia bisa tidur nyenyak. Paling-paling dia akan adaptasi beberapa jam di kamar tempat dia tidur, saat kami pindah rumah lagi. Itupun tidak sampai mengganggu.
Aksan sekarang sudah kuat lehernya. Dia juga sudah bisa tengkurep dan membalikkan badannya kembali ke posisi telentang. Pantatnya dinaik-naikkan, awal akan merangkak. Dia sudah lebih sering mengeluarkan suara. Berteriak-teriak, ah uh ah uh, ketawa keras atau berteriak melengking (seperti Mariah Carey). Yang terakhir sih penemuan barunya kalau kelamaan tidak digendong. Hehehe....
Aksan juga sudah bisa menggenggam dan memegang barang. Merobek-robek majalah dan membuat suara dari plastik yang dia kusutkan. Dia juga mulai berekspresi dengan wajahnya dan mulai mengenali dengan detil siapa orang yang ada di dekat dia.
Menyenangkan sekali melihat pertumbuhan bayi saya ini. Saya yang kadang-kadang masih suka tidak sabaran saat dia suka rewel mau digendong, selalu tidak jadi kesal dan akan tersenyum manis saat melihat Aksan dengan wajah lucunya tertawa melihat saya. "Untuk ukuran bayi seumur dia, Aksan bukan bayi rewel lho, Lila", itu ucap ibu mertua saya. "Aksan hanya rewel saat dia bosan atau dia lapar/haus". Bener siiihhh...
Saat ini perhatian saya bisa dibilang 80 persen untuk perkembangan anak saya ini. Menjalankan usaha kecil saya di rumah, ditambah menonton kabel TV dan ditemani anjing saya yang sekarang makin jadi penurut, rasanya saya harus mengucap syukur dengan semuanya.
"Ah... tapi memang asik saat di Jakarta.... banyak yang bisa momong Aksan, sementara saya bisa lebih lama mandi dan makan atau ngapa-ngapain". Tapi itulah... kasih ibu tak terhingga. Bagaimana menyiasati waktu dan keadaan saja, supaya anak tumbuh kembang dengan baik, tapi kegiatan lain di kehidupan juga bisa berjalan.
Tunggu 6 bulan ya nak. Siap-siap mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI!
10 December 2011
Indahnya Perkawinan Dua Adat
Menikah dengan suku lain? Walaupun sama-sama dari Indonesia, tetap saja berbeda. Mulai dari tatacara, upacara adat dan pakaiannya. Siasatnya adalah menggunakan 2 adat tersebut secara bergantian. Akad nikah adat si perempuan, resepsi adat si laki-laki. Atau sebaliknya.
Tidak jarang pula terjadi beda pendapat dan mau menang sendiri saat memilih adat mana yang dipakai dalam perkawinan nanti. Biasanya sih.. yang 'menang' adalah yang paling banyak mengeluarkan dana untuk perkawinan tersebut.
Sebenarnya tidak perlu repot dengan semua perbedaan ini. Wong sama-sama orang Indonesia. Kalau tidak mau repot, ambil jalan tengah saja. Cukup ambil cara pengesahan perkawinan sesuai agama yang dianut. Lalu untuk kostumnya, masing-masing bisa memakai baju adat sesuai dengan sukunya. Beres deh...!
Mungkin kesannya saya menggampangkan ya. Tapi itulah yang terjadi pada orangtua saya. Tidak perlu ada ribut-ribut dan perdebatan, keduanya bersanding memakai baju adat masing-masing. Tidak ada upacara adat yang berarti, hanya pengajian, akad nikah sesuai Islam dan resepsi. Kata ibu saya, saat memutuskan memakai dua pakaian adat ini, masing-masing kedua keluarga setuju-setuju saja. "Kata oma, mama nggak pantes pakai baju Jawa. Dan papa nggak pantes pakai baju Tapanuli Selatan".
Jadilah mereka bersanding di pelaminan seperti ini...
Ah.. betapa indahnya perkawinan dua adat..
(Lila)
Catatan: cerita ibu saya, baju yang dipakai ibu saya adalah perpaduan adat Padang dan Mandailing Tapanuli Selatan. Keluarga ibu saya yang bermarga Lubis, tidak berani memakai baju adat Mandailing keseluruhan karena alasan adat. Kebetulan kakek dan nenek saya bermarga sama, Lubis. Seharusnya mereka tidak bisa menikah karena masih satu marga. Alasan inilah yang menyebabkan nenek saya tidak berani memakaikan baju adat Mandailing secara utuh kepada ibu saya.
08 December 2011
Status
Status.
Ini tentang status di jejaring sosial. Kebetulan saya aktif di Facebook dan Blackberry Messanger. Tidak di Twitter.
Status disini berarti "judul" di halaman atau akun milik kita. Tentu saja untuk dibaca oleh orang lain.
Entah siapa yang mulai mempopulerkan kata status. Setahu saya, di Facebook, kolom untuk mengisi "status" ini diawali dengan pertanyaan "What's on your mind?" atau "apa yang ada di pikiranmu". Artinya sesuatu yang sedang ingin kita bagikan kepada orang lain, menyangkut apa yang sedang kita pikirkan, rasakan, atau juga bayangkan. Betul tidak?
Status ini akhirnyapun menjadi beragam. Ada yang memang menuliskan apa yang sedang dipikirkannya, seperti "sore ini mau makan apa ya?" atau juga sesuatu yang dirasakannya, contohnya "lagi kangen banget nih ama dia..."
Kalau sesuatu yang dibayangkan, mungkin akan muncul status seperti "kalau gue tajir, mau buka butik di mall ah!"
Status-status ini memang jadi penghibur buat saya. Juga jadi bahan tertawa, meledek dan pembahasan panjang dengan teman lain kalau memang isinya "seru". Status ini juga membuat beberapa orang iseng membuat ulasan tentang "sifat seseorang berdasarkan statusnya di jejaring sosial". (OMG, nggak ada kerjaan kali ya nih orang yang buat ulasan ini).
Status ini juga yang membuat saya sendiri kadang-kadang jadi semangat membuka facebook. Keinginan untuk membagi sesuatu dengan orang lain. Entah itu sifatnya pamer, mengeluh, narsis, ataupun bersifat menggurui.
Ah..jangan bicara soal status diri sendiri. Mari bicara soal status orang lain.
Status teman saya di facebook yang jadi favorit saya (untuk dicela atau diomongin) lumayan banyak. Mungkin lebih enak kalau dibuat secara berurutan yaa..
1. Yang mengutip ayat-ayat kitab suci, lengkap dengan ulasan panjangnya. Entah kenapa buat saya, soal pemahaman ayat sesuai agama yang dianut, tidak untuk ditulis dan dibahas di facebook.
2. Yang menulis setiap lokasi dimana dia pergi. Si A sedang ada di Restoran B di Mall C. 15 menit kemudian, statusnya ganti lagi. Si A sedang ada di toko kaset B di Mall C. Lalu berubah lagi. Si A sedang ada di bengkel F. Walah.... semua orang perlu tahu ya dia ada dimana? Kesian sekali dia nggak ada privacynya.
3. Yang menuliskan kegiatannya secara rinci, termasuk hal-hal yang pribadi sekalipun. "Habis mandi, mau ke pasar dulu, setelah itu mau periksa mata dan makan ikan di pinggir kolam. Baru deh abis itu pipis". Hahahahhaha.... lebay ya perumpamaannya?
4. Yang selalu tidak puas dengan keadaan sekitarnya, tapi menggunakan kata-kata mutiara yang bikin pusing. "Seumpama dunia ini pintu surga, untuk apa kita mengeluhkan yang ada di depan mata. Langit tak juga merendah, rangkullah yang ada di depanmu". Hihihihi.... ini contoh aja lhooo..
5. Yang menuliskan dengan jelas, dia sedang bersama seseorang di suatu tempat. "Lagi sama si C makan di D".
6. Yang senangnya memaki-maki. "Buset deh, gue hajar juga nih ni orang. Gak tau gue lagi kesel apa. Ganggu aja. F***!. Dan makian ini biasanya terus-terusan.
7. Yang menuliskannya dengan bahasa alay ala dia sendiri. "bzk mw bu2q dee mah k2q. Phi g da uwank. Trz gems y?" Duuuh!
8. Yang selalu mengutip lirik lagu. Bahkan sampai hampir satu lagu full! :)
9. Yang berdoa lewat statusnya. Doanya yang panjang lhooo.. "Ya Tuhan, terimakasih atas berkat karuniaMu kepadaku hari ini. Tuhan telah berikan baju baru dan sepatu tinggi kesukaanku. Memberikan dirinya yang baik sekali denganku. Dan menitipkan semua rejeki ini lewat tanganku."
Hmmmm....
10. Yang memanfaatkan link dari Twitter ke FB, lalu membuat yang membacanya jadi bingung (atau saya aja yang bingung ya..)
oiya lupa RT@Nunung @Nining @Nonong kamu lupa ya? @Neneng jadi ketemuan gak sih?..
Itu tadi 10 contoh status favorit untuk dicela.
Kalau status yang saya suka? Mmm... biasanya yang tidak terlalu panjang dan bla bla bla. Kalaupun mau pamer, cara pamernya santai aja. Atau juga yang mengutip kata-kata bijak orang terkenal. Juga yang menuliskan beberapa informasi penting yang sebelumnya tidak kepikiran oleh saya.
Contohnya nih ya...
"Pengennya sih mimpi indah malam ini".
"Ibuku cantik sekali hari ini"
"Habis gelap terbitlah terang (RA Kartini)"
"minum daun sirsak deh.. katanya sih buat mengobati kanker dan sakit jantung"
"Gue lagi happy. Yippppie"
"Jakarta macet. Selalu macet"
"Ketemuan ama temen SMP. Kangeeen!"
Apapun itu... status di FB atau BBM sekalipun memang menarik. Percaya deh... dengan membaca status teman, yang tadinya tidak terlalu akrab, bisa merasa menjadi sangat mengenal orang itu. Ya karena statusnya itu!
Selamat menulis dan membaca status yaa...
{Lila}
15 November 2011
Neutral Diaper Bag
Lupakan tas popok dan perlengkapan bayi dengan motif boneka, beruang, ataupun bunga-bunga kecil. Walaupun masih terlihat manis dan imut, ada saatnya si ibu ingin terlihat tidak seperti kerepotan membawa bayinya. Tetap trendi, tapi juga perhatian dengan si kecil.
Salah satu gaya saya adalah dengan tas perlengkapan bayi (dan juga untuk ibunya) dari Cocopop Crafts. Oleh Febie, si pencipta, pendiri, pemilik dan perancang produk ini, jenis tas ini namanya Goldilocks. Dengan warna coklat sadel yang sekarang lagi in banggeeet. Hehehhehe...
Tas ini bisa dipakai jadi shoulder bag, atau di silang atau selempang ala postman, bisa juga jadi backpack dan diletakkan di stroller bayi. Isi tas ini banyak kantong di depan, belakang, samping dan dalam tas. Muat untuk bawa perlengkapan mendadak bayi, baju ganti, peralatan kosmetik ibu, beberapa notes penting, alat tulis dan juga ada ruang untuk notebook / laptop kecil.
Saat saya berangkat ke Jakarta kemarin, saya membawa tas ini. Dan lihatlah, tidak kerepotan saat saya menggendong Aksan di bandara. Dan tidak ada yang menyangka kalau ini adalah tas popok atau perlengkapan bayi.
This is what I called Neutral Diaper Bag!
Lila
Aksan sudah 4 bulan.....
Terasa nggak terasa, Aksan sekarang sudah 4 bulan umurnya. Sudah bisa tengkurep sendiri, walaupun masih belum sempurna. Sudah sering ngajak "ngomong". Sudah sering memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut, karena gusinya gatal (katanya sih..ini tanda-tanda giginya mau tumbuh) dan bajunya sudah sempit semua. Sekarang Aksan sudah bisa memakai baju untuk bayi usia 6-12 bulan. Beratnya 7,4 kg / panjang 65 cm.
Ulang bulan Aksan ke 4 ini kami bertiga mudik ke Jakarta. Kumpul keluarga, karena sejak lahir baru kali inilah Aksan ke Jakarta dan jadi bintang tamu di rumah ibu saya, rumah mertua, rumah kakak saya dan rumah kakak ipar saya. Kami juga menyempatkan waktu ke rumah sakit Puri Cinere untuk vaksinasi lanjutan DPT, Polio dan Menginitis.
Aksan yang gusi atasnya ada titik kecil. Kata kakak saya, sepertinya gusinya sudah gatal dan titik kecil itu adalah tanda giginya akan tumbuh. Karena hobi barunya adalah mengisap jarinya, Aksan sekarang sudah harus ditemani dengan beberapa ornamen lucu yang bisa digigit-gigit.
Ah.. nggak terasa ya nak... stage 0-3 bulanmu sudah lewat. Ayo sehat terus ya... 2 bulan lagi Aksan udah mulai makan bubur lho.
Menjadi ibu itu kadang melelahkan. Tapi rasa senangnya juga tidak bisa diceritakan. Mungkin kalau dirasakan sendiri, perpaduan rasa itu jadi melebur. Dan tidak bisa dibahas dengan rinci.
Selamat ulang bulan anak ibu...
24 October 2011
Selamat Pagi...
Selamat pagi.
Seperti biasa, pagi hari mematikan lampu teras.
Membuka korden.
Memberi makan Coki, anjing semata wayang saya.
Mengeluarkan Coki berjalan-jalan keluar rumah
Membuat susu untuk saya.
Menonton acara gosip pagi hari sambil menikmati susu coklat.
Cangkir zodiac yang dibeli waktu saya SD.
Tatakan gelas karet print gambarnya Ojanto
Terdengar Aksan, anak saya bersuara.
Saya masuk kamar.
Melihat Aksan di tempat tidur.
Bapaknya di samping kirinya.
Terkejut tetapi senang.
Aksan sudah bisa membalikkan badannya 90 derajat.
Selamat pagi nak....
Cepat besar ya..
Cium Ibu,
Lila.
22 October 2011
Gendongan Bayi Samping dari Batik
Gendongan bayi yang saya punya ternyata banyak juga. Ada yang beli sendiri, dikasih teman, juga lungsuran sepupu. Masih tidak terlalu mudah membawa Aksan, anak saya, saat dia masih baru lahir dengan memakai gendongan bayi ini. Oya, modelnya juga macam-macam. Mulai dari baby wrap, yaitu sepotong kain dari bahan kaos yang dililitkan di tubuh ibunya saat menggendong. Ada juga baby sling, yaitu kain yang memakai ring untuk menyesuaikan gaya menggendong dan ukuran bayinya. Juga ada yang memakai pengait yang kuat.
Saat Aksan sudah 3 bulan, barulah lebih mudah bagi saya menggendongnya dengan memakai gendongan bayi. Salah satu model gendongan milik saya adalah baby sling (gendongan samping) dengan alat penutup kepala. Ini saya beli dari belanja online di salah satu toko online perlengkapan bayi. Enak sekali memakainya. Sayangnya, motif yang tersedia saya kurang suka. Gambarnya besar-besar dengan warna yang menyilaukan mata.
Sebenarnya saya suka motif gendongan bayi dari batik. Seperti gendongan bayi yang dipakai banyak orang di Indonesia. Tapi kalau hanya memakai kain dililit-lilit, saya tidak telaten. Yang ada malah kerepotan sendiri. Jadilah saya berfikir, kenapa tidak menjahitkan selembar kain dengan model baby sling (gendongan samping) seperti gendongan kesukaan saya tadi? Lengkap dengan ring peraknya di salah satu sisi sampingnya. Juga dengan penutup kepalanya.
Kebetulan saya punya simpanan batik Trusmi, Cirebonan - warna hijau pupus. Jadilah kain itu saya berikan ke penjahit seprei saya. Maka jadilah gendongan batik manis ini.
Memang sejak saya hamil, saya berniat untuk mulai membuat produk untuk bayi dan anak-anak di bawah label usaha baju saya "Lemari Lila". Mungkin sekarang inilah saatnya ya...
Selanjutnya, untuk yang mau pesan dibuatkan gendongan bayi batik seperti ini, bisa memesannya lewat Lemari Lila.
Salam, Lila
03 October 2011
Yippie.. Bersepeda Lagi
Setelah setahun tidak bersepeda, hari ini saya "back to bike" lagi. Kebetulan sepeda Kiki ada di rumah saya di Jogja, jadilah saya pakai hari ini.
Hari ini saya harus ke bank, mengurus ATM yang tertelan di mesin ATM, karena Abu lupa mengambilnya. Juga saya butuh potong rambut lagi. Bulan lalu sih udah potong rambut. Di layer-layer rambutnya. Tapi kok, waktu agak panjangan, saya kok terlihat berantakan. Mau di bob lagi ah....
Saat Aksan tertidur di pagi hari setelah mandi, dan Abu bisa berangkat ke kantor sedikit lebih siang, sayapun mengayuh sepeda saya. Kebetulan, letak bank dan salonnya tidak begitu jauh dari rumah.
Hari ini saya harus ke bank, mengurus ATM yang tertelan di mesin ATM, karena Abu lupa mengambilnya. Juga saya butuh potong rambut lagi. Bulan lalu sih udah potong rambut. Di layer-layer rambutnya. Tapi kok, waktu agak panjangan, saya kok terlihat berantakan. Mau di bob lagi ah....
Saat Aksan tertidur di pagi hari setelah mandi, dan Abu bisa berangkat ke kantor sedikit lebih siang, sayapun mengayuh sepeda saya. Kebetulan, letak bank dan salonnya tidak begitu jauh dari rumah.
Karena lokasinya dekat, jadi cuman pakai sendal etnik dan tidak ber helm. Mmm.. dasar!
*pake tas Sew Stories lhooo..
"Daaaah Cokiii..Jangan ngikut yaa"
Dan ini dia rambut barunya...
Yippie... rasaya seneng banget bersepeda lagi...
(Lila)
Subscribe to:
Posts (Atom)















































