11 March 2011

Cerita Hamil : 8 Minggu (7 Desember 2010)

Usia kehamilan 5-8 minggu. Masa-masa kritis. Tidak boleh terlalu banyak gerak. Tidak boleh naik sepeda. Tidak boleh olahraga berat. Karena di masa-masa inilah, janin sedang terbentuk. Dari gumpalan darah, menjadi daging nantinya. Membentuk organ-organ tubuh si janin. Untuk menjadi calon bayi. 

Di minggu-minggu ini juga saya merasakan ngantuk yang luar biasa. Di jam-jam tertentu. Biasanya antara jam 9-10 pagi. Lalu, jam 3-4 sore. Dan sudah naik tempat tidur jam 8 malam. Paling terbangun sebentar jam 11 malam, lalu tidur lagi sampai pagi. Jam 5 subuh saya sudah bangun. Mengajak anjing saya, Coki, jalan-jalan sekitar rumah. Sambil juga saya ikut bergerak. Jalan pagi dan sedikit stretching. 

Saya mulai disarankan untuk punya orang yang bantu-bantu membereskan rumah. Selama ini, saya sendiri yang mengurus urusan bersihin rumah, masak kalau memang lagi mau, dan tetek bengek lainnya. Tidak terlalu sibuk. Karena toh rumah saya tidak terlalu besar. Cucian juga pakai jasa laundry.

Tapi ternyata, hamil memang bukan soal manja. Tapi lebih untuk menjaga. Berapa kali saya mengalami kram perut. Sedikit flek kecil. Tapi ini cukup mengkhawatirkan, karena mengingat umur saya yang sudah kepala 3. Keras kepala pun nggak perlu lagi. Jadilah saya tanya-tanya ke Ibu pemilik rumah kontrakan. Lalu ketemulah Ibu Pariah, yang sampai dengan hari ini bantu-bantu saya urusan bersihin rumah dan masak. Ternyata memang lebih meringankan...

Periksa darah jadi agenda bulan ini. Cek Toxoplasma, Rubella dan CMV. Sejak kecil saya punya binatang peliharaan di rumah. Jadi takut ada apa-apa. Syukurlah, tidak ada apa-apa. Semua bersih....

Pesan-pesan sms mulai masuk dari kakak saya. "Jangan makan makanan junk food. Jangan beli makanan kaki lima sembarangan, karena nggak tau kandungannya apa. Jangan pakai krim wajah anti aging atau yang mengandung pemutih." Dan yang paling membuat saya geli, "jangan ngelurusin rambut dulu ya.." Hehe... Itulah bentuk perhatian Desi, kakak perempuan saya, yang sudah kenal saya luar dalam. Suka makan mie instant. Suka jajan. Sering meluruskan rambut. Walaupun saya sudah tahu kalau saya nggak akan melakukan itu, tapi tetap saja, perhatiannya itu membuat saya senang. 

Di minggu-minggu ini mulai juga makan banyak. Mungkin lebih tepat disebut sering makan. Porsinya sedikit-sedikit, tapi sering. Tiap 3 jam laper. Harus ada roti untuk cemilan di rumah. Mulai makan buah yang banyak. Mulai makan makanan rumah yang dimasak bu Par. Mulai minum susu ibu hamil (yang memang enak banget...).

Minggu-minggu ini juga sering rindu ibu saya. Mendengar suaranya di telephone saja sudah membuat saya tenang. Ibu saya tidak terlalu banyak pesan ini itu. Ibu saya hanya menjadi teman bicara dan berbagi soal kehamilan. Dan itu sangat menyenangkan. Menjadi ibu itu ternyata memang belajar sabar. Bukan hanya saat membesarkan anaknya waktu sudah lahir, tapi juga sejak anaknya tumbuh di perut.

Minggu-minggu ini juga mulai belajar nggak kasih komentar-komentar yang bernada "menghina", termasuk menyela penampilan artis-artis di infotainment yang suka aneh-aneh. Hahahha.... 
"Jaga kesehatan dan kata-kata", itu pesan ibu mertua saya. Perhatiannya juga tidak berhenti untuk saya.

Hamil 8 minggu. Mulai terlihat kantung kandungan dalam perut, Calon anak saya masih berbentuk gumpalan titik darah. Ayo nak, kita tumbuh bersama-sama. Ibu tumbuh lebih sabar dan kamu tumbuh membentuk dirimu jadi calon manusia.


Minggu ini saya lebih belajar iklas. Tersenyum merasakan hal-hal aneh di perut. Juga makin manja dengan Abu (susu malam hari harus dia yang buatin)... :) Walaupun saya masih saja ada mengeluhnya. Dan masih saja suka "ngetawain" artis-artis aneh di TV.

Lila.

No comments:

Post a Comment